Follow by Email

Minggu, 29 April 2012

PENTINGNYA KEDISIPLINAN SISWA


Untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus mulai hidup disiplin , kedisiplinan harus dimulai dari kecil , agar di saat dewasa nanti seseorang tersebut biasa mencapai suatu keberhasilan. Dan kedisiplinan dapat dimulai dari lingkungan keluarga , kemudian lingkungan sekolah dan lingkungan desa / masyarakat .

Kedisiplinan berasal dari kata disiplin yang berarti ta’at dan patuh terhadap suatu peraturan yang yang berlaku, dan mendapat imbuhan ke-dan-an jadi kedisiplinan bisa diartikan suatu sikap yang taat dan patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku, tanpa suatu adanya peraturan maka tidak akan tercapailah suatu kedisiplinan , dengan adanya suatu peraturan akan melatih seseorang untuk disiplin dalam segala hal, dan dengan sikap yang selalu disiplin membuat seseorang berhasil dengan apa yang seseorang tersebut impikan, itulah sebabnya kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan.

Menyimak dan menyaksikan pemberitaan di media massa dan elektronik akhir-akhir ini menggambarkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa umumnya masih tergolong memprihatinkan. Kuantitas pelanggaran yang dilakukan oleh siswa semakin bertambah dari waktu ke waktu. Dari berbagai jenis pelanggaran tata tertib sekolah, misalnya banyaknya siswa yang bolos atau minggat pada waktu jam belajar, perkelahian, terlambat datang ke sekolah, malas belajar, sering tidak masuk sekolah, tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, tidak membuat pekerjaan rumah, merokok, dan lain-lain. Secara garis besar banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar di sekolah.

Menciptakan kedisiplinan siswa bertujuan untuk mendidik siswa agar sanggup memerintahkan diri sendiri. Mereka dilatih untuk dapat menguasai kemampuan, juga melatih siswa agar ia dapat mengatur dirinya sendiri, sehingga para siswa dapat mengerti kelemahan atau kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Penyebab ketidakdisiplinan siswa adalah kurang jelasnya peraturan dan sangsi bagi siswa, kurang pengawasan dari pendidik bagi siswa yang melakukan pelanggaran, siswa belum paham akan manfaat disiplin. Upaya mengatasi ketidakdisiplinan tersebut adalah dengan cara memberikan sangsi-sangsi dan pengawasan dari pendidik secara jelas dan tertulis.  Bentuk sangsi bisa berupa hukuman, pembinaan, atau surat pernyataan. Sangsi berupa pembinaan akan diserahkan ke BK. Jika dalam pembinaan BK, siswa diketahui mempunyai masalah yang melatarbelakangi perbuatan pelanggaran, maka siswa tersebut akan ditindak lanjuti dalam bentuk layanan konseling.

Seperangkat peraturan atau norma untuk menjaga dan meningkatkan kedisiplinan di sekolah disebut tata tertib. Di SMK N 2 Pengasih tata tertib ini dituangkan dalam bentuk buku saku. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian skoring/poin pelanggaran dan penghargaan. Buku saku siswa diberikan kepada setiap siswa dan selalu dibawa oleh siswa. Ketika siswa melakukan pelanggaran, maka guru yang melihat berhak meminta buku saku untuk mencatat bentuk pelanggaran dan poin yang diberikan kepada siswa tersebut. Buku saku ini akan direkap oleh BK, ditindaklanjuti oleh tim tata tertib, wali kelas, guru BK, WKS Kesiswaaan, dan kepala sekolah sesuai poin yang diperoleh siswa.

Buku saku siswa dengan metode skoring/poin diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Karena peraturan dan sangsi yang diberikan sesuai skor/poin akan menimbulkan efek jera bagi siswa. Buku saku siswa tidak hanya berisi tentang skor/poin, tetapi juga menjelaskan akan pentingnya sikap disiplin dalam berbagai lingkungan. Sehingga para siswa lebih memahami arti disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya para siswa akan terbiasa berperilaku disiplin.

        







































      
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar