Follow by Email

Jumat, 25 Mei 2012

PERUBAHAN MERUBAH JALAN HIDUP


Namaku Rendi Swara. ku lahir di Bandung 2 mei 1993. Bertepatan dengan hari pendidikan nasional. Ku terlahir dari keluarga yang amat berkecukupan dan baru setelah ku masuk SMK, orangtuaku pindah ke kota pelajar (Yogyakarta) karena bisnis orangtuaku disana sedang maju dengan terpaksa semua pindah, terkecuali aku. Aku memilih bersekoloah di Bandung karena suasananya lebih rame dan diriku bebas tanpa ada beban. Namun saking bebasnya diriku mulai dari sering bolos sekolah, ngerokok melanggar norma di sekolah hingga corat coret tembok sekolah. Aku memiliki 4 teman yang sudah dekat denganku semenjak SD,SMP dan hingga saat ini. Inilah profil singkat teman-temanku.

1.      Riza andri sahabat gue yang satu ini paling gue demenin meski otaknya cerdas tapi kalo dia lagi bt atau bad mood pasti otaknya konslet. Dia adalah salah satu dari 4 temen deket gue yang mempunyahi hobi sama kaya gue. Yaitu doyan tidur.

2.      Hendi yoga musisi yang satu ini bisa jadi inspirasi musik gue kamarnya yang bersebelahan dengan kamar gue. Tapi yang gue suka dari diri dia adalah kisah cintanya yang gak pernah putus.

3.      Aris riadi adalah salah satu sahabat gue yang memiliki tinkat kedewasaan tinggi dan dapat menjadi pembimbing bagi kita saat kita lagi ada masalah.

4.      Arul barokah temen sebangku saat sd dulu merupakan best friend yang gue miliki slama ini. Selamaini dia yg ngasih suport dan sering nyomblangin gue tapi gak pernah berhasil.

Mereka semua hamper bernasib sama denganku orang tua mereka rata2 sudah pindah ke luar kota untuk urusan bisnis dan semenjak awal masuk SMK kami berlima memutuskan untuk Kost. Kami biasa berangkat dari rumah kost jam 5 pagi dan kembali pada jam 8 malam.

            Pagi ini masih gelap gulita.Cahaya matahari pun masih belum tampak menyusup melalui jendela dan fentilasi kamar. Namun keributan di depan pintu kamar mandi di kost-an ini tak pernah terlewatkan setiap pagi.

“dor dordor dor dor. Woi cepetan nih gue kebelet banget” cibir aris di depan pintu kamar mandi.

“krek” pintu pun terbuka. “riweuh banget sih loe” jawab arul. Sementara mereka berdua hendi sama andri siap2 mau berangkat sedangkan aku baru bangun dari lelap tidurku karena keributan mereka

“woi kalian ini masih mau ribut2 atau mau mandi? Udah jam empat lebih nih”

“aku mandi duluan ya mumpung kamar mandi yang di atas kosong”

“ok cepet ya. Aku tunggu di depan gerbang”

Setelah satu jam mandi, siap-siap dan  sarapan akhirnya kami berlima berangkat menuju ke stasiun kereta yang jaraknya sekitar 200meter dari kost-an kami.

Sesak dan penat suasana pagi hari ini di stasiun gadobangkong, padahal sang mentari belum memunculkan cahayanya saat ini.setelah limabelas menit ku menunggu kereta, akhirnya kereta pun tiba. Hirup pikuk para pedagang kereta, para pelajar, pegawai dan pengamen menghiasi perjalananku magi ini untuk menempuh ilmu di kota kembang. KRD(kereta rel diesel) yang ku naiki saat ini begitu sarat akan penumpang meski waktu baru menunjukkan jam 05.30. kondektur yang perlahan mulai mendekat kea rah ku dan teman-temanku yang sedang asyik merokok di dekat pintu masuk gerbong kereta. Seketika itu pun aku kaget ketika kondektur tersebut menceramahi aku dan teman temanku.

“dek, kalo ngerokok jangan di sini. Ini tempat umum.Lagi puka kalian masih pelajar dan tak sepantasnya untuk merokok.”

‘ya pak, kami paham, maaf atas kesalahan kami.”

“lain kali tidak di ulangi lagi ya. Apakah kalian membeli tiket sebelum berangkat?”

“ya pak, ini tiketnya”

Setelah itu pak kondektur pun mulai perlahan berjalan meninggalkan kami yang tentuna mengabaikan nasihatnya. Kami malah terus menghisap batang rokok kami yang sempat kami matikan sesaat.

Setelah tiba di stasiun Bandung kami pun segera menuju ke sebelah timur untuk melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah menggunakan angkot.Setibanya di tempat biasa kami naik angkot, kami mengobrol sejenak sembari menunggu angkot.

“Ndi kamu katanya mau pindah ya?”

“ya gitu lah tapi q masih sulit untuk meninggalkan kota ini”

“kalo kamu pindah ndi entar kita cuma berempat donk.”

“Gak ada loe gak rame”

“bener banget kata Rizal kalo gak ada kamu gak rame kaya lebel rokok”

“Tapi kayanya aku harus ngubah jalan pendidikan aku, aku gak mau setelah lulus SMK ini hidup aku terpuruk, cm gara-gara sering nongkrong-nongkrong habis pulang sekolah, pulang malam-malam, ngerokok dan hal-hal lainnya yang aku lakuin bersama kalian-kalian. Ini pilihan terakhir dariku dan aku tidak ingin mengecewakan kedua orangtuaku yang ssah payah telah membesarkanku hingga saat ini”

“emang kamu mau pindah kapan?”

“ ya paling pertengahan semester nanti”

“nanggung Ndi kalo kaya gitu”

“lagi pula ku ingin dekat dengan orangtuaku yang lagi di yogyakarta”

“semoga setelah kamu pindah kesana tidal lupa dengan kita-kita ya”

“so pasti lah”

Setelah obrolan lama kami yang begitu seru akhirnya ku mulai naik angkot yang akan mengantarkan kami hingga depan gerbang sekolah kami. Setelah tiba di depan gerbang dan kami pun mulai masuk gerbang sekolah secara mengendap-ngendap agar tidak ketahuan guru ketertiban yang sudah bersiap-siap dengan gunting dan buku catatan pelanggaran. Aku termasuk siswa yang bandel dilingkungan sekolah mulai dari atas sampai bawah dari tampilan ku tidak ada satupun yang tertib, mulai dari sepatuku yang tidak hitam, celanaku yang ketat, bajuku pun tak ada atributnya, rambut ku juga tidak sependek teman-temanku di kelas. Berbulan bulan sudah ku sekolah di sini dan akhirnya ku menerima kiriman surat dari orang tuaku yang berisikan berita dari sana bahwa diriku harus pindah dengan segera karena di sekolah yang ku tuju hanya ada 1 kursi kosong yang harus cepat-cepat ditempati olehku.

“assalamu’alaikumBu” begitu ku mulai masuk ruangan BK untuk mengurusi surat perpindahanku.

“wa’alaikumsalam, ada apa ya nak rendi tumben-tumbennya datang kesini. Lagi bikin kasus baru ya?”

“Nggak Bu. Saya datang kesini bukan untuk mengisi buku pelanggaran Bu. Tapi saya disini ingin membuat surat pindah sekolah”

“lha kok pindah nak rendi, padahal kan nanggung. Trus kan kamu termasuk anak yang cerdas meski Urakan, bandel dan sering ngelanggar aturan”

“nah karena surat ini bu saya akan pindah, saya pindah ke kota pelajar Yogyakarta agar dapat pendidikan yang lebih baik. Dan juga saya ingin pergaulan saya lebih baik dari pada di sini bu. Ibu tau sendiri kan semenjak saya nge-kost saya sering bolos dan lebih urakan dari pada sebelum saya kost”

“Ibu mengerti nak, mungkin kamu ingin lebih dekat lagi dengan orang tuamu,begitu?”

“ya bu”

“kalau memang itu keinginanmu, besok saya buatkan suratnya dan mulai minggu depan kamu sudah dapat mulai sekolah disana. Dilihat dari sekolah tujuanmu ini sepertinya sangat bagus selain SBI Ibu juga pernah dengar kalo siswa disana baik-baik dan prestasinya bagus-bagus ”

Keesokan harinya aku dipanggil kembali oleh guru BK  untuk mengambil surat perpindahan sekolah.

“assalamu’alaikum.Maaf bu mengganggu, apakah Ibu tadi memanggil saya bu?”

“wa’alaikumsalam.Ya nak rendi. Ini suratnya sudah Ibu buatkan berikut dengan rekomendasi dari dinas kota dan provinsi. Mungkin hari ini kamu bisa berpamitan dengan teman-temanmu”

“Ya bu. Terimakasih atas bantuannya bu. Mungkin pertama-tama saya minta maaf karena selama saya sekolah disini saya sering berbuat ulah, sering bolos dan sering melanggar tata aturan sekolah bu”

“tidak apa-apa nak rendi mungkin perpindahan sekolahmu ini dapat membuatmu lebih baik lagi. Lagi pula seminggu sebelum hari ini juga ibu liat kamu lebih rajin dan semangat dalam bersekolah.”

“yang kedua mungkin sanya mohon pamit bu untuk ke kelas untuk pamitan kepada teman-teman.

“Ini nak rendi ada kenang kenangan dari ibu, mungkin bisa mengenang sekolah ini”

“terimakasih bu”



Setelah dari ruang BK akupun segera menuju ruang kelas untuk berpamitan dengan teman-teman.Selama perjalanan menuju kelas ku lihat isi kantong pemberian guru BK tadi.Dan ternyata isinya itu buku catatan tentang diriku mulai dari pelanggaran hingga penghargaan. Setelah tiba di depan pintu ruang kelas, ku masukkan kantong pemberian guru BK tadi dan segera masuk ruang kelas. Ternyata di dalam ruang kelas sedang pelajaran, kebetulan yang mengajar juga wali kelasku.

“Rendi kemana aja dari tadi pagi kamu?”, Tanya Riza

“Aku baru habis dari ruang BK ngambil surat pindah”

“hah surat pindah?, kamu jadi pindah ndi?”

“ya. Aku Cuma mau bilang makasih kepada teman-teman ku semua, mungkin kenangan bersama kalian gak akan aku lupain.dan saya juga minta maaf kepada Bu Marie selaku wali kelas saya yang telah berjuang membela saya saat kenaikan kelas kemarin dan telah memberikan saya banyak nasihat. Kepada teman-teman saya minta maaf kalau saya banyak salah dan kekhilafan”

“Ibu juga minta maaf kepada nak Rendi kalu ibu suka marah-amrah sama kamu terus namun semua itu bukan karena ibu galak, namun katena ibu sayang sama kamu.”

“terimakasih kepada teman-teman dan kepada Bu Marie yang telah mengsuport saya selama sekolah disini”

Setelah berpamitan aku pun segera pulang untuk beres-beres kamar kost dan berpamitan kepada tetangga,kerabat, terutama keempat sahabatku yang selama ini terus menemaniku.

Dan akhirnya senja pun tiba. Akhirku untuk meninggalkan kota ini dan semua kenangan bersamanya. Sepanjang perjalanan di kereta ku hanya memikirkan kedepannya aku harus bagaimana.

8 jam sudah ku lewati dalam perjalanan malam di kereta api.

Aku pun tiba di stasiun Wates ibukota kabupaten Kulonprogo.Inilah langkah awalku yang harus aku ubah, mulai dari sikap, perilaku hingga tampilan.

Setibanya diriku di rumah orangtuaku ku disambut bahagia oleh ibuku dank u pi\un langsung sungkeman kepada ibuku .

“Bu maafi Rendi ya bu kalau Rendi sering buat Ibu kecewa”

“tidak apa-apa nak rendi. Ibu sudah memaaf kan kesalahanmu. Dari sekarang ibu ingin melihat kamu berubah dan sukses”

“Ya bu Rendi janji tidak akan mengecewakan ibu lagi.”

Keesokan harinya akupun mulai beraktifitas sekolah di SMK Negeri 2 Pengasih dan aku bertemu dengan teman-teman baru, teman-teman baru.

Ketika aku akan memasuki ruang kelas tiba-tiba ada guru yang menyapaku. Ternyata itu pak Wandy guru bahasa Indonesia yang akan mengajar di kelasku.

“Apakah benar, kamu Rendy murid pindahan dari bandung?”

“Ya pak. Saya benar murid baru dari bandung

“Nanti sebelum saya mulai mengajar di kelas, kamu perkenalkan diri dahulu di depan kelas ya”

“siap pak”

Setelah itu pun aku memasuki ruang kelas dan mulai memperkenalkan diri dengan teman-teman baru. Semenjak hari itu pun aku terkenal sebagai anak pindahan baru dari bandung yang pandai dan mudah berinteraksi dengan teman-teman baru.

Hari hari Setelah perpindahan itu akupun bukan Rendi yang dulu tetapi sekarang aku lebih rajin belajar, taat ibadah, dan prestasiku lebih baik daripada sebelumnya.Ini semua di dukung dengan sekolahan yang baik dan lingkungannya. Kini ku merasakan bahwa pendidikan di Yogyakarta lebih baik dari pada di daerah lain.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan tak terasa akupun sudah menginjak kelas 3 dan telah melalui ujian yang panjang selama semester 2 di kelas 3 ini.Akhirnya akupun telah di rekrut oleh PT SMART Tbk di Riau.Padahal hasil UN belum di umumkan.Dengan segera ku terima rekrutan tersebut dan berangkat menuju ke Riau.

Setelah 3 tahun bekerja di Riau akhirnya aku pum menikah dengar Rinda Salaswati putri asli riau yang ku pinang  dan menjadi pendamping hidupku.



TAMAT


 Karya : Fandhi Ahmad Fauzi (siswa klas XI Tlas 2012)






CATATAN KAKI

v                          Arswendo Atmowiloto, Mengarang Itu Gampang, (Jakarta:PT Gamedia,1982)hal.91

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar